Satu Bulan Nuri

Bapak Curang!
Sejak Nuri Lahir sampai dengan sekarang, sudah Berkali-kali bapak bilang mau mengajak Nuri Naik Gunung. Tapi, kenyataannya apa? Bapak malah pergi keluar kota dan naik Gunung sendirian lagi. Mungkin, bapak bakal berkilah bahwa aku masih terlalu kecil, sehingga bapak belum berani mengajak Nuri turut serta. Begitu?
Oke, fine!
Alasan bapak memang masuk akal. Nuri Akui, Nuri memang masih terlalu kecil. Jangankan untuk naik Gunung, untuk keluar rumah saja Nuri masih belum diperbolehkan. Tapi, dengan kondisi seperti itu, bukan berarti bapak bisa Pergi naik Gunung di saat Nuri merayakan Hari Ulang Bulan, kan?
Atau, jangan-jangan bapak lupa kalau hari ini adalah Hari Ulang Bulan nya Nuri? Iya, kan? Bapak lupa, kan? Jangan Bohong! Jujur saja kalau Bapak Lupa! Huh.
Oh ya, Nuri ingat. Kemaren bapak bilang mau pergi ke semarang buat menghadiri acara pernikahan Bulik Siwud, Temen kantor Bapak. Tapi, Bapak kok malah naik ke Gunung Ungaran?
Nggak usah cari-cari alasan deh. Jangan bilang kalau Tempat Acara Resepsinya berdekatan dengan Gunung Ungaran segala. Basi! Madingnya sudah mau Terbit! Kalaupun misalnya memang lokasinya berdekatan, kenapa pula bapak harus memaksakan diri buat naik Gunung? Apa waktunya nggak bentrok dengan acaranya Bulik Siwud?
Naik Gunung kan perlu Waktu yang lama. Bapak sendiri kan yang bilang seperti itu. Lagipula, selain waktu, naik Gunung juga butuh perlengkapan yang banyak juga. Tenda lah, Jas Hujan lah, Tas Kerir lah, kompor lah, nesting lah, memangnya bapak bawa semua perlengkapan itu? Terlebih lagi, kondisi cuaca sekarang juga tidak menentu.
Nuri ini khawatir sama Bapak. Tadi saja, selama seharian penuh, Nuri reweeeeel terus. Padahal, seperti yang bapak tahu, sebelum-sebelumnya kan Nuri nggak pernah Rewel. Tadi saja, Nuri juga sering kebangun lho sewaktu Bobok. Mungkin karena Nuri merasa nggak tenang. Jantung nuri Serasa berdebar-debar terus. Makanya, tadi Nuri minta digendong sama Ibuk, supaya perasaan Nuri agak sedikit tenang.
Dan, syukur Alhamdulillah, setelah Bapak mengirim Foto di Puncak Gunung Ungaran itu, perasaan Nuri jadi semakin bertambah tenang. Karena Nuri jadi tahu bahwa Bapak sudah turun sampai Bawah dengan selamat.  Tapi, Bapak jangan senang dulu, Pokoknya Nuri tetep Marah sama Bapak. Nuri tetap Kecewa. Pokonya Nuri harus diajak Naik Gunung!
Titik.


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Satu Bulan Nuri"

Post a Comment