Tamu Istimewa

Nuri boleh cerita, kan? Jadi, Hari Minggu kemaren Nuri kedatangan dua tamu spesial. Namanya Bulik Nabila dan Bulik Salma. Bulik Nabila dan Bulik Salma ini adik Kandung Bapak. Menurut cerita Bapak, Selepas menyelesaikan pendidikan di Universitas Brawijaya Malang, Bulik Nabila kemudian bekerja di salah satu Perusahaan Pengolah Makanan yang berdomisili di kota Sidoarjo. Tempat kerja Bulik Nabila ini tidak begitu jauh lokasinya dari Rumah almarhum Mbah Buyut Nuri--Mbah Imron Hamzah--yang ada di Sepanjang.
Kebetulan, hari kamis dan Jumat kemaren, Bulik Nabila ditugaskan untuk melaksanakan dinas luar ke Jakarta. Karena belum pernah sekalipun bertemu dengan Nuri, bulik Nabila berinisiatif untuk meminta izin kepada atasannya agar diperbolehkan memperpanjang waktu dinasnya sampai hari minggu. Alasan utamanya tentu saja supaya bisa main ke Rumah Nuri.
Setelah izin berhasil didapatkan, kamis paginya bulik Nabila langsung berangkat ke Jakarta untuk menunaikan tugasnya. Tak perlu waktu lama, karena pada hari Jumat siang, semua kerjaan yang menjadi tanggung jawab Bulik Nabila akhirnya bisa diselesaikan. Segera setelah itu Bulik Nabila langsung bergegas untuk berangkat ke depok, ke rumah Nuri. Tapi, Karena Bulik Nabila belum begitu akrab dengan Ibukota dan tidak terlalu faham dengan lika-liku jalanannya, mau tidak mau Bapak meminta tolong Bulik Salma untuk menjemput Bulik Nabila.
Bulik Salma sendiri adalah Adik Kandung Bapak yang Paling Kecil. Kata Bapak, Adik kandung bapak ada tiga orang, dan semuanya berjenis kelamin perempuan. Yang pertama, tentu saja, adalah Bulik Nabila. Panggilan Nabila sendiri diambil dari kata kedua yang membentuk keseluruhan Namanya, yaitu Mirza Nabila Soraya. Bulik Nabila ini, kalau di rumah nganjuk, biasa dipanggil dengan sebutan Lala. Tapi, Nuri lebih suka dengan nama Nabila, makanya Nuri selalu memanggilnya dengan sebutan Bulik Nabila, bukan Bulik Lala.
Adik Bapak yang kedua bernama Zakiya Akmala Najaha Faradillah, atau biasa dipanggil dengan sebutan Nacha, dari kata Najaha. Namanya Terdengar Familiar, kan? Nuri yakin, Buat Paklik, Bulik, Pakpuh, Budhe, dan Mbah-Mbah semua yang hobi membaca atau menonton cerita silat Tiongkok pada dekade tahun 80 an sampai 90 an, pasti akrab dengan nama Satu ini. Ya, Nacha adalah Jagoan pilih tanding yang awalnya begitu Nakal, tapi setelah melalui berbagai macam petualangan dan cobaan yang sangat berat, pada akhirnya ia diambil oleh Dewi Kwan Im untuk dijadikan Pelayan setianya.
Bulik Nacha sendiri, kata bapak, saat ini sedang berjuang untuk menghafal Al Qur'an di Pondok Pesantren Lirboyo. Bapak juga pernah bercerita, Meskipun tidak terlalu lama, Bapak sempat pula mondok di Pesantren Tua yang didirikan oleh Mbah Yai Manaf itu. Memang, hampir semua keluarga Bapak yang berasal dari jalur Mbah Uti pasti pernah mengenyam Pendidikan di Pesantren Lirboyo. Makanya, untuk menjaga tradisi itu agar tetap lestari, setelah selesainya masa belajar di Pesantren Denanyar Jombang, Mbah Kung dan Mbah Uti memutuskan untuk menaruh Bulik Nacha di Pesantren Lirboyo.
Adik Bapak yang ketiga alias yang Paling Kecil, seperti yang sudah Nuri sebutkan di awal, adalah Bulik Salma. Saat ini Bulik Salma tinggal bersama Bapak di Depok. Bulik Salma ini sebenarnya baru saja Lulus SMA. Karena minatnya yang begitu besar terhadap segala hal yang berbau media, Bulik Salma memutuskan untuk melanjutkan kuliah dengan mengambil Jurusan ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia. Tapi, karena lebih sering main daripada Belajar, akibatnya Bulik Salma gagal dalam ujian sehingga belum diterima di Jurusan yang menjadi dambaannya itu.
Oh ya, Nuri Lupa. Sejak hari pertama Nuri dilahirkan sampai dengan Sekarang, Nuri dan Ibuk untuk sementara tinggal di rumah Mbah Uti di Tangerang. Makanya, bulik Nabila tidak bisa langsung ketemu Nuri. Setelah sampai di depok pada Jumat malam itu pun, bulik Nabila langsung tertidur pulas karena saking capeknya. Esoknya, Bulik Nabila dan Bulik Salma juga harus pergi ke Senayan City dulu untuk menyaksikan Pameran Fashion yang diselenggarakan di sana.
Baru pada Hari Minggu pagi Bulik Nabila bisa pergi ke Tangerang. Ketika sampai di Tangerang pun, Nuri sudah tertidur dengan begitu Pulas. Ada sekian cara yang sudah dicoba oleh Bulik Nabila dan Bulik Salma untuk membangunkan Nuri. Hasilnya Nihil. Dalam hal tidur, mungkin Nuri mirip dengan Bapak. Sekali Nuri sudah tertidur pulas, jarang ada yang bisa membangunkan. Meskipun drmikian, bulik Nabila dan Bulik Salma belum mau menyerah.
Hasil memang tidak pernah mengkhianati Usaha. Entah bagaimana ceritanya, pada akhirnya Nuri terbangun. Seperti bayi-bayi yang lain, awalnya Nuri nangis. Tapi cuma sebentar. Melihat nuri Membuka mata, Bulik Nabila dan Bulik Salma semakin antusias menggoda Nuri. Entah sudah berapa kali mereka menciumi Pipi dan Kening Nuri, yang jelas Pipi Nuri sampai Memerah. Huh!
Meskipun demikian, Nuri tetap bersyukur karena bisa Bertemu dengan Bulik Nabila dan Bulik Salma. Pipi yang memerah dan Tangisan Sesaat yang diakibatkan oleh cara kedua Bulik itu membangunkan Nuri dengan semena-mena seolah menjadi menjadi hal yang biasa saja. Sayangnya, Bulik Nacha belum bisa ikut menjenguk Nuri. Awalnya Nuri agak kecewa. Tapi, apa mau dikata, kata Bapak Jadwal Hafalan Al Qur'an Bulik Nacha di Pondok memang sangat Padat. Tidak bisa seenaknya saja ditinggalkan.
Yang membuat kekecewaan Nuri agak terobati adalah, Bapak sudah bilang bahwa saat Liburan Pondok Tahun depan, Bulik Nacha akan berlibur ke Jakarta. Artinya apa? Artinya Nuri Bakal Ketemu dengan Bulik Nacha. Horeee.
Sampai Ketemu ya Bulik Nacha.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Tamu Istimewa"

Post a Comment