Air Air Mata

Aku ingat, dulu ada seorang kawan yang pernah bercerita kepadaku mengenai Kisah dari Dua Tetes Air Mata yang kebetulan bertemu di sebuah aliran sungai. Keduanya berjalan beriringan, bersama Jutaan Tetes Air Mata yang Lain. Sedikit berbasa-basi, Tetes Air mata pertama kemudian menyapa Tetes Air Mata satunya, “Hai, Aku Air mata dari seorang gadis yang mencintai seorang lelaki, tetapi ia telah kehilangan Laki-Laki itu. Kau Siapa?” Tanyanya. Tetes Air Mata Kedua pun menjawab, “Aku air mata dari seorang laki-laki yang sangat menyesal karena telah membiarkan seorang gadis yang mencintainya berlalu begitu saja.” Akhirnya, setelah mendengar ungkapan Jujur dari masing-masing Tetes Air Mata itu, keduanya pun menangis dalam diam.
Apa yang terungkap dari kisah pendek di atas, memperlihatkan dengan sangat jelas dan terang bahwa meskipun tetesan air mata mempunyai ciri fisik yang sama, tapi ekspresi yang diwakili oleh tetesan-tetesan air mata itu boleh jadi sangat jauh berbeda. Tetesan Air Mata yang Pertama, bisa dikatakan mewakili ekspresi Kesedihan yang sangat dalam. Sedangkan tetesan Air Mata Kedua, merupakan gambaran yang pas dari sebuah Penyesalan yang berkepanjangan. Akan tetapi, selain kedua ekspresi tersebut, masih ada ekspresi lain yang diwakili oleh tetesan air mata yang turut mengalir dalam aliran sungai kehidupan, ekspresi itu biasa disebut dengan istilah … Kebahagiaan.
Iya, Kebahagiaan. Dan … entah mengapa, aku kemudian membayangkan, bahwa suatu saat, ketika Tetesan-Tetesan Air Mata yang pernah menitik keluar dari Kelopak Mataku dan Kelopak Mata Kamu mengalir bersama jutaan tetesan air lain di Jeram Sungai Kehidupan, Aku berharap Tetesan-Tetesan Air Mata kita itu pada akhirnya dapat bersua dan saling bergandengan Tangan. Namun, Bukan Tetesan Air Mata Kesedihan ataupun Tetesan Air Mata Penyesalan seperti yang ada pada Cerita Pendek di atas lah yang aku harapkan untuk bertemu , Tetapi … Tetesan Air Mata Kebahagiaan, Kita.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Air Air Mata"

Post a Comment